Pengenalan Arthroscopy
Oleh Dr Lukman Shebubakar,SpOT

Apa arti  Arthroscopy?

Arthroscopy  adalah prosedur pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan oleh ahli Bedah Orthopedi untuk melihat, memeriksa/mengevaluasi dan memperbaiki kelainan dldalam sendi. Kata Arthroscopy berasal dari dari dua kata Grika, "arthro (sendi) dan "skopien"(melihat). Jadi Arthroscopy berarti "melihat kedalam sendi".
Pada prosedur arthroscopi ahli bedah membuat insisi kecil ( 5 mm ) dan memasukan instrument kecil seukuran pinsil yang berisi  lensa kamera dan lampu kedalam sendi. Instrumen ini dihubungkan ke monitor. Dengan sistim ini  bagian bagian sendi  diperbesar sehingga Ahli bedah orthopedi dapat melihat dan memeriksa bagian sendi dengan jelas. Dengan alat ini sendi dapat diperiksa rawan sendi, ligament ,meniscus dan lain2. Setelah diagnosa ditegakkan  ahli bedah ortopedi dapat lansung memperbaiki kelainan yang ada bila diperlukan.

Hampir semua sendi yang dapat dilakukan pemeriksaan arthroscopi sendi sendi itu adalah:
Sendi  Bahu, pergelangan tangan, panggul, lutut dan pergelangan kaki.
Dalam menegakkan diagnosa kelainan sendi dimulai dengan mencatat riwayat penyakit, Pemeriksaan fisik dan foto rontgen. MRI atau CT-Scan mungkin diperlukan. Tetapi diagnosis final dibuat melalui arthroskopi dengan melihat kedalam sendi. 

Trauma dan penyakit dapat merusak tulang, rawan sendi, ligament dan tendon.Kelainan kelainan yang sering dijumpai pada pemeriksaan arthroscopi adalah :

  • Peradangan
  • Loose bodies ( bagian sendi yang terlepas dari tempatnya dan melayang di dalam sendi.
  • Robekan ligament, meniscus dll

Pada awalnya , arthroscopy digunakan hanya sebagai alat untuk mendiagnosa dan merencanakan untuk operasi terbuka . Dengan perkembangan alat - alat operasi dan tehnik operasi, arthroscopy pada saat ini dapat digunakan untuk mengobati beberapa  kelainan didalam sendi. Juga beberapa kelainan yang berhubungan dengan arthritis  dapat diterapi dengan kombinasi  atroscopi dan operasi standart.

Bagaimana prosedur  operasi  Arthroscopy?

Prosedur Arthroscopy dapat dilakukan dengan anestesi umum, spinal atau local .tergantung dari penyakit nya. Arthroscope,  fiberoptic telescope yang berukuran seperti pinsil dimasukan kedalam sendi melalui insisi sepanjang 5 mm.Cairan dipompakan kedalam sendi untuk memperbesar ruang sendi dan agar dapat memvisualisasi struktur sendi lainnya. Beberapa insisi kecil lain diperlukan untuk memasukan instrument lainya, bila diperlukan untuk operasi korektif.

Sesudah operasi . penderita dipindahkan ke ruang pemulihan dan diberikan obat anti sakit. Program rehabilitasi dimulai keesokan harinya untuk memulihkan kekuatan otot mengurangi stress di sendi.
Kadang kadang waktu prosedur arthroscopy, Ahli Bedah Orthopedi menemukan kelainan yang tak bisa di terapi dengan arthroscopi saja. Dalam situasi ini prosedur operasi terbuka dapat dilakukan sementara pasien masih di bius atau operasi dapat ditunda pada waktu lain setelah ahli bedah mendiskusikannya lebih dahulu dengan pasien. 

Pemulihan

Waktu yang diperlukan untuk operasi dan rehabilitasi tergantung dari jenis kerusakan sendi dan kesulitan tindakannya . Penderita di sarankan untuk tidak melakukan beberapa jenis aktivitas selama kira kira 6 minggu atau sampai program rehabilitasi selesai.

Jarang sekali terdapat komplikasi setelah prosedur arthroscopi. Yang paling sering ialah infeksi, phlebitis (bekuan darah dalam pd. Balik (vena), pembengkakakan atau perdarahan, kerusakan pb. Darah atau saraf. Komplikasi ini terjadi kurang dari 1 persen dari seluruh tindakan arthroscopi.

Pasien dapat kembali melakukan aktivitas biasa dalam beberapa hari. Olahragawan atau penderita dapat kembali berolah raga dalam beberapa minggu tergantung dari kelainan yang didapat. Jarang sekali tidak diperbolehkan berolah raga kembali untuk selamanya.

17 Feb 2009 15:35 WIB
Index

 

 
Ccopyright © JakartaOrthopedic.com